Subscribe to Our Newsletter ! Free and No SPAM !

logoblog
Dulu aku tidak terlalu memikirkan tentang kesehatan yang kumiliki. Aku hanya ingin melakukannya dengan bebas tanpa ada seorang pun yang khawatir. Tapi ini telah berbeda dari waktu itu. Aku telah memiliki seseorang untuk sebuah alasan kenapa aku harus berusaha untuk mencapai tingkat "Niat Karena Allah"

Yah, telah berbeda dari waktu itu. Aku memilikinya sebagai seorang yang memberikanku harapan kembali. Sejak saat itu hari dimana kebebasanku direnggut kini telah terarah dengan baik. Walau begitu sesekali aku selalu membuatmu sedih karena keadaanku yang sakit ini.

Sejak kutahu air mata itu jatuh dari sumbernya, aku berusaha untuk menjaga kesehatan yang telah hilang ini. Kau tahu, ketika melihatmu bersedih itu lebih menyakitkan ketimbang kesehatan yang telah hilang. Aku tidak tahu kenapa itu terjadi.

Sehatlah, berjuanglah, dan kuatkan dirimu. Kau punya alasan untuk berusaha, kau punya tujuan yang nyata yang selalu kau nantikan. Sehatlah, untukmu, mereka dan aku. Kau memiliki orang dekat yang dapat membantuku membuatmu sehat, perhatian yang dia berikan kepadamu akan selalu kau kenang dalam hatimu. Jika kau tidak ingin mendengarkanku. Cukup dengarkan dia.

Aku sadar, walau keadaanku yang sekarang selalu membuatmu sedih aku tidak pernah untuk meninggalkanmu. Aku tidak tahu, harus melakukan apa untukmu. Keegoisan, keras kepalanya, aku tidak tahu. Aku selalu memikirkanmu namun aku hanya menjadi beban disaat kau sakit.

Aku selalu mengulang hal itu yang selalu membuat wajah itu murung, mata itu bersedih dan membuatmu sakit. Aku selalu melakukannya. Aku telah gagal bersama untuk kebahagian yang telah dijanjikan.

Aku tidak tahu, aku tidak ingin seperti ini, aku ingin bersamamu bahagia, canda tawa, saling menasehati. Aku ingin menjadi seperti beliau yang kau hormati, yang kau kagumi dan kau cintai.
Aku ingin menjaga kepercayaan yang kau berikan. Menjaga satu wanita untukku yang menggantikan sosok ibuku kelak. Kau tahu, aku bahagia bersamamu namun kebahagiaan itu selalu berakhir penderitaan ketika aku membuat sedih.

Walau begitu, aku juga terkadang cemburu dengan mereka tapi ini keinginanku, ingin mendengarkannya darimu. Agar aku tahu bahwa kau tidak ingin terjadi seperti itu lagi.

Aku mencintaimu, kuatlah, sehatkan dirimu kau telah berjanji kepadaku. Untuk sebuah janji yang nyata.

logoblog
Aku tidak tahu mengapa ini selalu terjadi. Disetiap aku ingin membuatmu bahagia selalu ada kesedihan yang ikut bersamanya. Berjalan berdampingan tidak dapat terpisah dari sebuah aturan yang telah ditentukan untuknya.

Ketika aku tertawa denganmu sesaat setelah itu kau akan sedih. Aku tidak ingin seperti itu, bukan kehendakku. Ada janji, permintaan yang selalu kuusahakan untukmu namun aku tidak tahu akan ini semua nyata.

Dengan waktu yang masih jauh itu, selalu wajah itu murung. Aku hanya ingin membuatmu tersenyum. Aku tidak memarahimu karena penampilanmu melainkan apa yang kau katakan tidak sesuai apa yang kau perbuat.

Kau yang memohon untuk mata ini saling tatapan, namun kau yang menyembunyikan dirimu disaat mata ini selalu berputar mencari sosokmu. Aku juga ingin, bukan hanya kau. Tapi maafkan aku, nasehat untuk kita.

Aku tidak ingin kau berbeda dengan penampilanmu cukuplah dengan kesederhanaan yang kau miliki dari dulu saat pertama kali aku melihat dengan muka cuekmu. Wajah cuek itu kini memiliki makna tersendiri untukku.

Kerinduan yang selalu menggebu dalam hati, selalu berpesan untuk kembali merindukan Sang Pemilik untuk sebuah cinta yang dinantikan. Walau mulut berbusa untuk sebuah ungkapan ketidak sabaran. Akad yang selalu didambakan, membuka ijab yang selalu membatasi, ingin bersama, akan terasa tersiksa jika hati ini tidak menenangkannya bersama Sang Pencipta.

Aku merindukanmu, begitu pun denganmu. Aku tidak bisa menolaknya namun aku tidak ingin bersamamu, aku hanya ingin melihatmu. Tersenyum seperti hari sebelumnya saat aku masih duduk di depanmu. Yah, Kerinduan ini menyiksa dengan tenangnya.
---

Maafkan aku jika aku menyakiti hatimu lagi, aku tidak bermaksud, aku hanya ingin mendapatkannya darimu saja. Aku salah, kau pantas menghinaku seperti itu, mendapatkan kelupaan itu, mendapatkan penyakit itu. Aku pantas karena aku salah.

Aku meninggalkanmu dalam tidurku. Dan tidak sekali-kalimengabarimu saat aku terbangun. Aku tidak bisa menahan godaan namun aku sadar bahwa aku telah gagal lagi dan lagi.

Melihatmu aku tidak memperdulikanmu karena aku malu untuk menghadapmu, aku telah gagal untuk sebuah janji yang kuberikan. Aku tidak ingin membuatmu sedih namun selalu dan selalu hal ini terjadi.

Aku tidak tahu, apa yang harus saya lakukan, aku tidak ingin membuatmu sedih. Aku telah gagal dan aku pantas untuk sendiri. Melihat kembali langit dengan tatapan kosong, kembali merasakan kejenuhan, kembali untuk jalan sendiri dengan langkah yang tidak tentu arah.

Walau begitu, aku tidak bisa.
Selalu ada hati yang tidak rela untuk kesendirian. Disaat kesendirian, kau kembali untuk meluluhkan hati ini untuk selalu kembali bersama dan menjaga Perintah-Nya serta selalu berharap bahwa aku akan seperti beliau.

Perhatian itu yang membuatku kembali meneteskan air mata untuk sebuah cerita bahwa aku telah gagal. Namun semuanya itu tidak bisa kulakukan, pembiasaan yang sulit untuk kulakukan. Untuk berpura-pura menjauh darimu. Ini bukanlah yang terbaik.

logoblog
10 Bulan lalu, itu pertama kali saya mendengar kabar tentang Rohingya dan kini kabar itu kembali dengan kabar buruk. Saya tidak terlalu tahu pasti tentang permasalahan di Myanmar. Apakah itu tentang konflik agama atau politik. Tapi bagi KAMI. Itu sudah seperti pembantaian manusia.

Diburu layaknya kelinci, dipukul dan dikuliti layaknya sapi, dibakar layaknya ikan, ditembak layaknya pengedar narkoba, mereka bukan hewan melainkan mereka manusia.

Manusia, manusia, manusia, sama halnya dengan kalian. Buddha mengajarkan kasih sayang bukan kekejaman. Kalian dan mereka serta kami, terlahir sebagai manusia yang memiliki kasih sayang. Kita berbeda agama, kasihan melihat mereka layaknya hewan dan kalian yang membantai tidak memiliki rasa kasihan itu?

Kejadian ini menggambarkan dan memberitahukan kepada dunia bahwa teroris itu tidak terlahir dari islam namun terlahir dari pribadi kita sendiri dan kejadian ini juga, membakar hati muslim dunia untuk melakukan tindakan nyata.

Bukan dengan membantai dan membunuh mereka untuk menyelesaikan konflik ini.
Foto ini adalah sebagian dari penderitaan mereka. Foto mereka terbentang luas di mesin pencari Google.

Dunia telah menyoroti tragedi sadis ini, dibantai, dibunuh tanpa ada rasa ampun dan kasihan. Dimana HAK ASASI MANUSIA tidak berlaku dihadapan mereka. Kasih sayang adalah air mata mereka dan teriakan adalah permohonan mereka.

Mereka bukan saudara Anda, bukan keluarga Anda, bukan kenalan Anda, bukan dari negara Anda. Namun karena mereka manusia, seperti halnya kita, jadilah manusia yang memiliki kasih sayang itu untuk membantu mereka. STOP PEMBANTAIAN ROHINGYA MYANMAR.

Tanpa rasa kasihan kalian memamerkan bagaimana cara kalian membantai dan membunuh mereka.

KENGERIAN INI HARUS DIHENTIKAN. Kami bersatu untuk membantu mereka untuk mendapatkan kebebasan mereka. KARENA KAMI MANUSIA.

Maafkan kami tidak bisa memberikan peran besar dalam menyelesaikan tragedi keji ini.
Hanya bantuan dan doa yang bisa kami kirimkan. Semoga bermanfaat dari KAMI, INDONESIA.

Peduli Rohingya Myanmar. Sulawesi Selatan, Barru, PMII For Rohingya


Save Rohingya Myanmar, Sulawesi Selatan, Parepare, STAIN Parepare For Rohingya.

KARENA KAMI MANUSIA, FOR ROHINGYA MYANMAR

logoblog
Angin dengan tenangnya menyelimuti tubuh ini. Menggigil tidak mampu menafsirkan kondisi yang ada, mata ikut juga terpejam. Bantal menjadi sandaran terakhir malam ini. Bermimpi menepiskan luka yang ada menjadi penyesalan yang tidak dapat diganggu gugat.

Ketukan palu menjadi tanda, tidak ada laginya aku bersemayam dalam tidurmu. Aku berusaha menciptakan istana yang kau inginkan dan itu telah terjadi. Namun kau yang kuimpikan, kujanjikan bukan lagi milik dari sang pemimpi ini.

Kata demi kata kususun sedemikian rapi untuk kelak kau baca. Namun itu hanya sebuah tragedi yang dimana imajinasiku tentangmu telah pergi. Kau menyimpan harapan dan aku memberikan sakit dimana aku tidak mampu lagi mengembalikan hal itu.

Hujan menjadi musik pengiring tidurku, dimana yang kupikirkan hanya penyesalan yang telah melepaskanmu dalam imajinasiku. Kini tulisanku hanya sebuah imajinasi kosong yang tidak dapat dibayangkan olehmu. Semua yang kuberikan menjadi penyesalan yang telah kulakukan.

Kau bukan lagi milikku, kisah yang kutuliskan tentangmu memberikan harapan buatku kini telah berganti menjadi harapan yang semu. Penyesalan ini melekat akan pilihan kata yang kau berikan.

Setidaknya aku tidak pernah berpikir membuangmu dari laci yang telah kususun rapi. Untuk kelak kau baca dan menjadi imanjinasiku yang telah pergi. Karena kenyamanan ini bukan tentangmu melainkan rasa yang telah kulewati bersamamu.

Menjadi imajinasi yang indah yang tidak dapat dipungkiri bahwa aku pernah mencintaimu walau itu hanya karena kau adalah kata dalam tulisanku. Karena kau bukan lagi penyesalan itu tapi kau adalah kenyamanan itu yang tidak lagi kumiliki.

Kata menjadi lukisan kisah tentangmu, menggambarkan betapa indahnya dirimu yang tidak dapat kubayangkan, dapatkah aku merasakannya lagi. Aku membenci imajinasi ini, yang telah kutuliskan dalam kata. Karena setiap aku membukanya kau akan ada walau kau telah pergi menjadi kata yang indah dalam imajinasiku. Penyesalan ini hadir bukan untukmu melainkan kenyamanan ini untukmu.

logoblog
Sapaan khas darimu dengan suara cempreng kini menjadi kenangan. Pukulan layaknya seorang adik yang meminta traktiran kini menjadi kenangan. Maafkan kami jika kami hanya mengenang semua tentangmu.

Walau kami bermandikan air mata kau tidak akan kasihan sedikitpun dengan kami. Kau berbaring, tersenyum begitu tenang. Kami tahu, semua makhluk hidup akan dijemput olehnya namun ada hal yang tidak kami tahu. Yaitu, kapan? Kapan jemputan itu akan datang.

Layaknya dirimu, kami sempat bercanda padamu, mendapat kabarmu, dan tiba-tiba berita duka itu membuat kami tertunduk layu.
Kami hanya makhluk biasa, kami tidak kuasa untuk menolak jemputan itu. Kami hanya dapat menerimanya walau kesedihan ini tidak dapat kami bendung.
Bermula, tanggal 6 Juni 1997 Kau menangis dan mereka bahagia. Tepat, Tanggal 6 September 2017 Mereka bersedih karena dirimu. Itu karena mereka mencintaimu dan menyayangimu.

Kami hanya bisa berkata sambil meneteskan air mata untukmu "Terima Kasih Jumania" Yang kau berikan pada kami semua sangat berharga bagi kami. Walau itu hanya sebuah kenangan untuk kami.
Maafkan kami, jika diantara kami tidak sempat hadir untukmu, terakhir kalinya. Kisah hidupmu yang kau berikan pada kami kini menjadi kenangan buat kami. Terima kasih telah hadir diantara kami semua. Ada banyak cerita nantinya yang akan kami ceritakan. Namun, terima kasih Jumania.
---
Kak Fales, sapaan hangat darimu, seperti adik yang meneriaki kakak meminta traktiran. Karena seringnya kau berteriak, Cempreng akhirnya melekat padamu.

Terima kasih untukmu dan maaf jika Kak Fales, tidak sempat melihat senyuman terakhirmu. Hanya Al-Fatihah, yang dapat kukirimkan untukmu cempreng.

Selamat Jalan Jumania
๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Al-Fatihah

logoblog
Aku tidak pernah berpikir akan bersamamu.

Bagiku kau adalah orang yang berbeda, mau bagaimana lagi. Aku mendengarnya dari mulut kawanmu. Aku tidak tahu apakah itu benar atau salah. Namun bagiku kau adalah wanita shaleha pada umumnya.

Kenyamanan, rasa suka kemudian sayang dan akhirnya aku mencintaimu.
Mereka datang bertahap.
Entah kenapa, seperti ini. Setiap aku bersamamu.

Kau aneh, pemarah, cengeng, tapi aku tidak tahu kenapa aku ingin bersamamu. Ketika aku mencintaimu. Terungkaplah semua rasa ini padamu dan kau pun membalasnya dengan hal yang serupa.

Kini kabarmu menjadi penyemangat buatku, menjadi nasehat untukku, dan menjadi alasanku untuk bersamamu.

Kau memberikanku alasan untuk kembali berjuang. Mencoba menerima masa lalu untuk menatap masa depan yang cerah.

Namun semuanya berubah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku hanya menyendiri dalam nuansa nostalgia bersamamu.

Janji ini masih aku jaga, sama halnya namamu yang ada disetiap doaku. Walau kau tidak ingin lagi menatapku, bagiku kau adalah hal yang harus aku pastikan.

"Iyah... Hatiku berbunga-bunga sepanjang hari karena pemberianmu, terima kasih banyak..." Ucapmu.

Aku hanya bisa mengingat kenangan bersamamu. Maaf jika aku salah, telah jujur.

Maaf jika aku keras kepala memilihmu, bagiku kau adalah ketenangan yang ingin kumiliki dalam ikatan yang sah. Sebelum aku keluar dari tempat ini, aku akan memberikan apa yang telah hilang itu. Untukmu dan untuk mereka.

logoblog
Malam itu kau tidak mendengar sama sekali perkataanku untuk menjaga dirimu. Kau adalah orang pertama, wanita yang kucintai, kujaga dan kuperhatikan. Aku tidak ingin melihat mata yang liar akan dunia fana. Malam itu, kabar yang kau berikan hilang bersama dengan pria lain.

Kegelisahan menggelitik hidung ini, hawa panas yang dari hembusan nafas dengan keadaan sakit membuat semuanya kacau. Angin yang begitu kencang mengeringkan seketika rupa yang basah ini.

Rupa ini tidak dapat kulukiskan, tanpa kau lihat rupa ini. Kau akan tahu bagaimana rupa dari kabar yang hilang bersama kekecewaan saat melihat kasur papan yang dipenuhi kekecewaan.

Aku tidak pernah berkata bahwa aku berpesta, selama perasaan ini ada. Saksi tidak akan melupakan apa yang telah kau lakukan saat pertama kali kau meninggalkanku dengan senyuman.

Papan ini empuk, karena kekecewaan hilangnya kabarmu dengan seorang pria. Kau tidak mengerti bahwa ada seseorang yang menunggumu disini. Menunggu kau datang dari tugasmu yang jauh disana.

Aku tidak tahu sama sekali apa yang kau lakukan disana. Aku hanya mendapat kabarmu bersama seorang pria. Aku tidak dapat melakukan apapun karena aku tidak tahu apa yang kau lakukan sebenarnya disana. Kekhawatiran ini kau pastinya tahu.

Aku hanya bisa percaya pada hal yang tidak nyata. Untuk menunggu kepulanganmu, aku masih tetap disini, dengan kenyataan yang akan nyata nantinya. Sebuah kata untuk memaniskan, kepercayaan untuk menciptakan, dan usaha untuk menjalaninya. Inilah aku, dengan kabarmu yang hilang bersama kasur kekecewaanku.

Kau tertawa memberiku kabar, bahwa itu semua adalah salah paham. Kau membuatku khawatir. Kau disana yang jauh tanpa penjagaan dariku. Lalu kau mengejek itu semua. Terima kasih.

Aku selalu menemanimu disini, karena aku masih percaya dengan hal yang tidak nyata ini. Aku merindukanmu karena aku merasakannya dan kau pun juga begitu merindukan diriku yang selalu membuatmu tidak nyaman.