Dulu aku tidak terlalu memikirkan tentang kesehatan yang kumiliki. Aku hanya ingin melakukannya dengan bebas tanpa ada seorang pun yang khawatir. Tapi ini telah berbeda dari waktu itu. Aku telah memiliki seseorang untuk sebuah alasan kenapa aku harus berusaha untuk mencapai tingkat "Niat Karena Allah"
Yah, telah berbeda dari waktu itu. Aku memilikinya sebagai seorang yang memberikanku harapan kembali. Sejak saat itu hari dimana kebebasanku direnggut kini telah terarah dengan baik. Walau begitu sesekali aku selalu membuatmu sedih karena keadaanku yang sakit ini.
Sejak kutahu air mata itu jatuh dari sumbernya, aku berusaha untuk menjaga kesehatan yang telah hilang ini. Kau tahu, ketika melihatmu bersedih itu lebih menyakitkan ketimbang kesehatan yang telah hilang. Aku tidak tahu kenapa itu terjadi.
Sejak kutahu air mata itu jatuh dari sumbernya, aku berusaha untuk menjaga kesehatan yang telah hilang ini. Kau tahu, ketika melihatmu bersedih itu lebih menyakitkan ketimbang kesehatan yang telah hilang. Aku tidak tahu kenapa itu terjadi.
Sehatlah, berjuanglah, dan kuatkan dirimu. Kau punya alasan untuk berusaha, kau punya tujuan yang nyata yang selalu kau nantikan. Sehatlah, untukmu, mereka dan aku. Kau memiliki orang dekat yang dapat membantuku membuatmu sehat, perhatian yang dia berikan kepadamu akan selalu kau kenang dalam hatimu. Jika kau tidak ingin mendengarkanku. Cukup dengarkan dia.
Aku sadar, walau keadaanku yang sekarang selalu membuatmu sedih aku tidak pernah untuk meninggalkanmu. Aku tidak tahu, harus melakukan apa untukmu. Keegoisan, keras kepalanya, aku tidak tahu. Aku selalu memikirkanmu namun aku hanya menjadi beban disaat kau sakit.
Aku selalu mengulang hal itu yang selalu membuat wajah itu murung, mata itu bersedih dan membuatmu sakit. Aku selalu melakukannya. Aku telah gagal bersama untuk kebahagian yang telah dijanjikan.
Aku tidak tahu, aku tidak ingin seperti ini, aku ingin bersamamu bahagia, canda tawa, saling menasehati. Aku ingin menjadi seperti beliau yang kau hormati, yang kau kagumi dan kau cintai.
Aku ingin menjaga kepercayaan yang kau berikan. Menjaga satu wanita untukku yang menggantikan sosok ibuku kelak. Kau tahu, aku bahagia bersamamu namun kebahagiaan itu selalu berakhir penderitaan ketika aku membuat sedih.
Walau begitu, aku juga terkadang cemburu dengan mereka tapi ini keinginanku, ingin mendengarkannya darimu. Agar aku tahu bahwa kau tidak ingin terjadi seperti itu lagi.
Aku mencintaimu, kuatlah, sehatkan dirimu kau telah berjanji kepadaku. Untuk sebuah janji yang nyata.
0 komentar:
Berikan Tanggapan Anda Untuk Tulisan Ini