Hidup itu hanya sesaat namun yang membuatnya begitu lama ialah adanya semangat juang untuk hidup. Selalu ada silih yang berganti, jauh dan dekat, sayang dan benci, kemudian ramai dan kesepian. Aku kesepian disini.
Ramai yang kurasakan, canda tawa bergema diruangan ini. Sepi yang kurasakan.
Aku tidak tahu ini apa sebenarnya, namun yang pasti ini datang darimu. Wanita sederhana namun pemarah. Aku sadar itu. Bukan hal itu yang membuatku berdiri disampingmu sekarang. Sesuatu yang lebih yang tidak bisa kujelaskan padamu.
Aku tidak tahu ini apa sebenarnya, namun yang pasti ini datang darimu. Wanita sederhana namun pemarah. Aku sadar itu. Bukan hal itu yang membuatku berdiri disampingmu sekarang. Sesuatu yang lebih yang tidak bisa kujelaskan padamu.
Kau tahu, aku tidak pernah mempermainkan mainan lelaki lagi. Karena bagiku kau langkah banyak diluar sana yang sama denganmu namun belum tentu mampu mau berdiri disampingku sedangkan kau tidak menilai akan hal itu.
Aku sadar akan hal itu. Aku penuh dengan kekurangan sama halnya denganmu namun yang membuatnya sempurna karena kau ingin bersamaku menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Aku ingat akan hal itu, kau bersedih dihadapanku mengisak air mata yang jatuh di pipimu dan menceritakan tentangmu yang ingin menjadi lebih baik dari sekarang. Aku tidak tahu, apa yang terjadi denganmu. 'Rasyid...'
Bagiku kau adalah wanita yang penuh dengan ketegasan yang mulia namun apa yang membuatmu merasa seperti itu? Dan kau berkata Aku hanya wanita biasa...
Yah... Aku ingat akan hal itu. Kabarmu yang kian hari mulai meninggalkan kesibukan membuatmu berpikir 'Aku dipermainkan' Aku serius denganmu, aku tidak akan pergi sebelum cinta ini berakhir, aku tidak ingin mencari wanita berbeda yang mirip denganmu. Kaulah wanita itu.
Pemikiranmu membuatku sepi dalam keramaian. Namun di kesepianku ada nama yang selalu kuramaikan dalam doaku dan itu adalah namamu.
0 komentar:
Berikan Tanggapan Anda Untuk Tulisan Ini