Aku kembali lagi untuk menulis di dinding ini lagi. Yang kuceritakan cukup sederhana namun sangat berpengaruh buatku. Entah kenapa aku merasa sepi dengan keadaan ini, sepi yang mencekam kemudian rindu yang tak terelakkan. Aku merindukanmu, Nce.
Ketika aku merindukanmu. kau selalu menasehatiku seperti orang tuaku, kembalikan kepada Allah aku tahu namun aku sering melupakannya. Entah kenapa kau sangat berpengaruh dalam perubahan hidupku.
Aku ingin mengabarimu namun kau sedang sibuk. Entah apa yang harus kulakukan, disaat seperti ini kau akan berkata berdoa pada Allah. Hanya Allah, yang menenangkan hati ini.
Ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya, begitu sepi tanpa ada kabar darimu Nce. Masalah yang kuhadapi begitu berat tanpamu. Banyak nasehat yang kudapat darimu, baik itu tentang pandangan hidup, pandangan orang tua ke anaknya dan anak ke orang tuanya, pandangan menurut islam dan lain sebagainya. Banyak hal yang kudapat darimu.
Hari pertama tanpa kabarmu Nce, seperti dalam keramaian yang mengganggu namun terasa sepi. Bagiku kau yang membuatku ramai walau kau seorang, Aku sadar akan hal ini semua, pada akhirnya kita akan kembali begitu pun denganku.
Kembali dan bertemu lagi, selalu ada silih yang berganti. Walau begitu, ini hari pertama tanpamu, entah kenapa aku merindukanmu sangat merindukanmu. Aku hanya mendapat kabar darimu terakhir kalinya sejak saat itu, meninggalkanku untuk kembali. Aku tahu!
Kau selalu menasehatiku, aku tahu apa yang harus kulakukan. Terima kasih tanpa kabarmu Nce, awaskan dirimu jika kau telah kembali dihadapanku.
Kau selalu menasehatiku, aku tahu apa yang harus kulakukan. Terima kasih tanpa kabarmu Nce, awaskan dirimu jika kau telah kembali dihadapanku.
---
Malam mulai menampakkan wujudnya, gelap nan indah. Dan aku sadar bahwa ada hal yang diciptakan dengan berpasangan namun tidak bersatu. Sama halnya dengan malam ini. Siangnya aku mengeluh tentang rasa rindu ini, namun malam ini, aku mengeluh tentang masalah yang kuhadapi dan rindu yang tak terlekakkan ini.
Aku telah memohon Pada-Nya, Namun sekarang aku membutuhkan nasehatmu. Tentang apa yang harus kulakukan. Semua masalah yang pernah kuhadapi selalu ada jawaban yang membuatku berani untuk menyelesaikannya. Aku merindukanmu Nce.
Dan satu pesan itu membuatku mengerti, bahwa bukan hanya diriku saja yang merindu. Hatiku tenang mendapat nasehat darimu, tentang masalah yang kuhadapi. Selalu ada hikmah dibalik semua masalah.
Aku lupa memberikannya padamu namun aku tidak tahu, apakah aku mampu memberikannya padamu nantinya atau tidak, ada hal yang ingin kuberikan padamu Nce, walau kau sangat menolak pemberian seseorang. Mohon terima pemberian yang sederhana ini yang tidak memiliki harga sepeser pun ini. Mungkin, ini adalah hal yang bisa kuberikan padamu Nce? Hanya ini yang kubisa untuk bersamamu.
Aku berharap kau mau menerimanya namun, apa yang kau berikan padaku ini adalah hal yang sangat... Sangat... Terima kasih banyak telah mau menerimanya. Dan kau berkata padaku.
Ini adalah hal yang paling sangat berharga, yang kau berikan padaku Rasyid. Ini pertama kalinya dan sangat berharga, akan kukenang dan kusimpan baik pemberian terindah ini untukmu. Rasyid. Malam ini serasa seperti Ratu untukmu. Terima kasih banyak.
Ini adalah hal yang paling sangat berharga, yang kau berikan padaku Rasyid. Ini pertama kalinya dan sangat berharga, akan kukenang dan kusimpan baik pemberian terindah ini untukmu. Rasyid. Malam ini serasa seperti Ratu untukmu. Terima kasih banyak.
Aku tidak tahu, apakah aku bisa memberikannya pada saatnya atau tidak. Namun, terima kasih telah bersamaku ini malam, memberikan nasehat lagi, melepas rindu bersamamu, terima kasih untuk malam pertama tanpa kabarmu Nce.
0 komentar:
Berikan Tanggapan Anda Untuk Tulisan Ini