Subscribe to Our Newsletter ! Free and No SPAM !

Terima Kasih Atau Good Bye Untuk Asrama

logoblog
Masih dengan kondisi yang sama. Begitu pun denganmu. Kau tahu, saya tidak tahu harus memilih yang mana untuk sekarang ini berterima kasih dengan asrama atau good bye dengan asrama. Saya ingin berterima kasih kepada asrama dengan menetap sebagai pembina namun senior yang pernah menetap satu per satu telah memilih jalannya untuk mengabdi kepada masyarakat.

Rasanya sepi, kawan yang kuajak bercanda dalam permainan kartu juga akan meninggalkan asrama. Sulit memilih yang mana saya harus pilih. Jika kau berada pada posisiku, apa yang kau akan pilih.

Saya hanya mengandalkan hafalan Qur'an untuk bisa menetap namun saya tidak tahu akan berhasil untuk bisa melewatinya atau tidak. Dan kau tahu ada wanita yang berbeda darinya yang sedang kudoakan. Tidak perlu saya ceritakan

Ini hanya harian yang ingin kuceritakan pada kau teman curhatku. Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi hal ini. Namun kau menjawabnya dengan "ada Allah, yang dapat membantumu" Saya percaya akan hal itu namun saya masih berusaha.

Hafalanku saja masih bolak-balik, loncat sana sini, masih sulit untuk meluruskannya walau begitu banyak hal yang kudapatkan ketika kembali menjadi penghuni asrama lagi. Bahasa Inggris, Arab dan Kaidah Kitab Kuning kembali sedikit demi sedikit hanya dengan menjadi penghuni asrama lagi.

Saya sangat berterima kasih dengan mereka yang berada di asrama, saya tidak tahu harus memilih yang mana dan cara bagaimana untuk membalas terima kasih itu. Saya masih bingung?


Berterima kasih dengan memberikan ilmu yang bermanfaat untuk generasi selanjutnya atau good bye dengan kenangan terakhir bersama asrama.


Kau tahu, saat ini terjadi banyak sekali masalah. Masalah itu pernah ada bersamaku namun sekarang masalah itu di berikan orang lain. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta itulah solusi terbaik untuk semua masalah.


Namun, kita sering lupa akan hal itu atau kita kurang yakin akan hal tersebut. Walau hati meyakini karena kita terlahir sebagai orang yang berkeyakinan dengan hal itu. Di zaman ini yang buat kita sepenuhnya percaya adalah sebuah bukti nyata. Tanpa ada bukti nyata orang tidak akan percaya.


Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah solusi terbaik, yang akan menjadi bukti dari ketidak percayaanmu selama ini.


Mungkin, cerita ini cukup yang ingin kuceritakan padamu untuk hari ini, kau juga mulai bosan dan tertidur dihadapanku. 😊 Lain kali saya akan datang untuk menceritakannya padamu.

Berikan Tanggapan Anda Untuk Tulisan Ini