Maafkan aku jika aku telah tidak menulis lagi di dindingmu akhir-akhir ini. Aku terlalu malas untuk mengurusmu. Mohon maafkan aku, walau bagaimana pun kau adalah masa depan yang belum pasti untukku namun kuusahakan kuwujudkan.
Aku akan menulis lagi di dindingmu. Ada banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu. Untuk hari ini, ceritanya tentang cinta. Yah! Aku sedang jatuh cinta padanya. Seorang yang membuatku merasa nyaman jika berada di dekatnya. Wanita yang cengeng namun tegar. Dia membuatku bisa berkata cinta lagi. Tanggal 13 itulah, aku berkata untuk sebuah perasaan yang mengganggu dalam hati. Namun aku tidak berharap untuk ingin menjadikannya "pacar" istilah yang banyak digunakan anak muda sekarang.
Bagiku Dia bukanlah wanita biasa seperti wanita yang sering kutemui. Dia mengajarkanku banyak hal tentang Islam. Jika aku di izinkan untuk mencintainya, maka aku akan mencintainya. Namun yang kudapat darinya adalah kata maaf yang menolak cinta. Mau bagaimana lagi, itu adalah haknya sebagai seorang wanita.
Aku hanya terdiam sejenak, hingga Dia berkata "tetaplah seperti ini"
Bagiku hal tersebut bukanlah sebuah penolakan untuk cinta ini. Hanya awal karena Dia masih ingin bersamaku. Maka aku tetap mencintainya walau Dia mendiamkan perasaannya. Bagiku itu adalah hal yang terpuji dari pada aku harus mencintainya dengan memaksanya untuk mencintaiku. Hingga akhirnya aku hanya akrab seperti hari sebelumnya.
Aku akan menulis lagi di dindingmu. Ada banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu. Untuk hari ini, ceritanya tentang cinta. Yah! Aku sedang jatuh cinta padanya. Seorang yang membuatku merasa nyaman jika berada di dekatnya. Wanita yang cengeng namun tegar. Dia membuatku bisa berkata cinta lagi. Tanggal 13 itulah, aku berkata untuk sebuah perasaan yang mengganggu dalam hati. Namun aku tidak berharap untuk ingin menjadikannya "pacar" istilah yang banyak digunakan anak muda sekarang.
Bagiku Dia bukanlah wanita biasa seperti wanita yang sering kutemui. Dia mengajarkanku banyak hal tentang Islam. Jika aku di izinkan untuk mencintainya, maka aku akan mencintainya. Namun yang kudapat darinya adalah kata maaf yang menolak cinta. Mau bagaimana lagi, itu adalah haknya sebagai seorang wanita.
Aku hanya terdiam sejenak, hingga Dia berkata "tetaplah seperti ini"
Bagiku hal tersebut bukanlah sebuah penolakan untuk cinta ini. Hanya awal karena Dia masih ingin bersamaku. Maka aku tetap mencintainya walau Dia mendiamkan perasaannya. Bagiku itu adalah hal yang terpuji dari pada aku harus mencintainya dengan memaksanya untuk mencintaiku. Hingga akhirnya aku hanya akrab seperti hari sebelumnya.
Tidak ada rasa penyesalan yang kurasakan saat berkata seperti itu dengannya. Hanya bahagia bisa jujur dengannya. Aku tidak tahu akan seperti apa misteri hari esoknya. Bagiku ini hanya awal untuk sebuah perubahan yang kuinginkan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Walau begitu, entah kenapa aku ingin memilikinya, aku masih saja mencintainya, dengan keadaanku yang seperti ini. Mungkin ketika semua orang tahu akan hal ini, mereka akan beranggapan masih ada yang lebih darinya namun bagiku yang telah mengatakan cinta padanya, tidak ada. Karena aku mencintainya.
Walau begitu, entah kenapa aku ingin memilikinya, aku masih saja mencintainya, dengan keadaanku yang seperti ini. Mungkin ketika semua orang tahu akan hal ini, mereka akan beranggapan masih ada yang lebih darinya namun bagiku yang telah mengatakan cinta padanya, tidak ada. Karena aku mencintainya.
0 komentar:
Berikan Tanggapan Anda Untuk Tulisan Ini