Subscribe to Our Newsletter ! Free and No SPAM !

Menunggu Keramaian Dalam Kesendirian

logoblog
Biasanya saya lebih suka untuk menyendiri dari pada ikut dalam keramaian, memang dari dulu saya seperti itu. Ketika mereka berkumpul, canda tawa yang nampak di wajah mereka terlihat begitu menyenangkan namun saya memilih untuk berjalan meninggalkan mereka untuk menyendiri.
Walau pada akhirnya kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri, banyak beban pikiran yang menyelimuti isi kepalaku. Menganggapnya biasa-biasa saja tetap pada akhirnya membebani juga.

Kurang lebih se bulan lamanya saya diliburkan untuk menata rencana semester dua, begitu pun dengan asrama yang kutempati sekarang. Saya tinggal diasrama lebih dua minggu selama libur kuliah, bukannya tidak ingin pulang tapi rumah sangat jauh. Perlu menyeberangi lautan untuk sampai ke kampung, tanah kelahiranku.

Tapi, saya tidak sendirian diasrama, ada beberapa senior namun mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, kak Maman, kak Arafah, kak Mukhlis, kak Rahman, Irsyad, Hatta. Hanya mereka yang menemaniku sekarang ini diasrama. Tanggal 27 nanti asrama akan kembali ramai, dengan obrolan cerita dari kampung, makanan yang dikemas dari kampung dan kita yang tinggal diasrama berhak juga mendapat oleh-oleh dari mereka.
Yang tidak pulang kampung berhak dapat oleh-oleh
 Itupun kalau dapat. Saya hanya menunggu keramain di tanggal 27 nanti, walau saya suka menyendiri bukan berarti saya mau sendiri.

Banyak orang yang memilih untuk menyendiri namun tidak kuasa untuk sendiri. Pilihlah mereka sebagai teman untuk mengisi kesendirianmu.

Berikan Tanggapan Anda Untuk Tulisan Ini